Tuesday, February 9, 2010

Bentuk Candlestick

.
Untuk membentuk sebuah candlestick, maka diperlukan adanya data-data nilai yang terdiri dari nilai harga pembukaan, nilai harga tertinggi, nilai harga terendah, dan nilai harga penutupan dari sebuah saham dalam sebuah periode yang hendak ditampilkan.




Bentuk Candlestick


Data tentang nilai dari harga pembukaan, penutupan, tertinggi dan terendah pada setiap periode yang diinginkan tersebut yang kemudian menjadi pedoman pada saat menganalisa candlestick pada sebuah chart.

Bagian kosong atau bagian yang terisi pada sebuah bentuk dari candlestick disebut dengan tubuh dari candle atau disebut juga the real body.

Garis tipis pada atas atau bawah dari the real body mewakili nilai harga tertinggi atau terendah yang disebut dengan ekor atau shadows.

Nilai harga tertinggi yang tejadi pada suatu jenis saham yang terbentuk pada candlestick di sesi perdagangan yang terjadi di bursa diwakili oleh ekor atas. Sementara nilai harga yang terendah yang terjadi pada suatu jenis saham diwakili oleh ekor bawah.

Jika harga saham ditutup lebih tinggi dair harga pembukaan, candlestick yang terlihat adalah candle yang kosong/putih, dimana bagian body di bawah mewakili nilai harga pembukaan dan body di atas mewakili nilai harga penutupan.

Jika harga saham ditutup lebih rendah dari nilai harga pembukaan, candlestick yang terlihat adalah candle yang terisi penuh/hitam dimana body di atas mewakili nilai harga pembukaan dan body di bawah mewakili nilai harga penutupan.

Jika dibandingkan dengan bar chart, banyak trader lebih memilih bentuk dari candletick, dengan alasan lebih mudah diartikan. Setiap batangan candlestick dapat secaa sederhana mengartikan harga yang terjadi pada sesi yang sedang berlangsung.

Dengan candlestick, maka amat mudah bagi para trader untuk membedakan nilai harga pembukaan, nilai harga penutupan, nilai harga tertinggi dan nilai harga terendah. (lihat gambar Bar Chart dan Candlestick).

Nilai harga pembukaan dan penutupan inilah yang dapat memberikan informasi dan membentuk sebuah pola candlestick.

Candlestick yang kosong/putih memperlihatkan dimana nilai harga penutupannya lebih tinggi dari pembukaannya, hal ini menunjukkan besarnya keinginan membeli. Sementara candlestick yang terisi/hitam menunjukkan dimana nilai harga penutupannya lebih rendah dari pembukaannya, memperlihatkan berapa besarnya keinginan untuk menjual.



Bar Chart

Candlestick
.
Untuk membentuk sebuah candlestick, maka diperlukan adanya data-data nilai yang terdiri dari nilai harga pembukaan, nilai harga tertinggi, nilai harga terendah, dan nilai harga penutupan dari sebuah saham dalam sebuah periode yang hendak ditampilkan.




Bentuk Candlestick


Data tentang nilai dari harga pembukaan, penutupan, tertinggi dan terendah pada setiap periode yang diinginkan tersebut yang kemudian menjadi pedoman pada saat menganalisa candlestick pada sebuah chart.

Bagian kosong atau bagian yang terisi pada sebuah bentuk dari candlestick disebut dengan tubuh dari candle atau disebut juga the real body.

Garis tipis pada atas atau bawah dari the real body mewakili nilai harga tertinggi atau terendah yang disebut dengan ekor atau shadows.

Nilai harga tertinggi yang tejadi pada suatu jenis saham yang terbentuk pada candlestick di sesi perdagangan yang terjadi di bursa diwakili oleh ekor atas. Sementara nilai harga yang terendah yang terjadi pada suatu jenis saham diwakili oleh ekor bawah.

Jika harga saham ditutup lebih tinggi dair harga pembukaan, candlestick yang terlihat adalah candle yang kosong/putih, dimana bagian body di bawah mewakili nilai harga pembukaan dan body di atas mewakili nilai harga penutupan.

Jika harga saham ditutup lebih rendah dari nilai harga pembukaan, candlestick yang terlihat adalah candle yang terisi penuh/hitam dimana body di atas mewakili nilai harga pembukaan dan body di bawah mewakili nilai harga penutupan.

Jika dibandingkan dengan bar chart, banyak trader lebih memilih bentuk dari candletick, dengan alasan lebih mudah diartikan. Setiap batangan candlestick dapat secaa sederhana mengartikan harga yang terjadi pada sesi yang sedang berlangsung.

Dengan candlestick, maka amat mudah bagi para trader untuk membedakan nilai harga pembukaan, nilai harga penutupan, nilai harga tertinggi dan nilai harga terendah. (lihat gambar Bar Chart dan Candlestick).

Nilai harga pembukaan dan penutupan inilah yang dapat memberikan informasi dan membentuk sebuah pola candlestick.

Candlestick yang kosong/putih memperlihatkan dimana nilai harga penutupannya lebih tinggi dari pembukaannya, hal ini menunjukkan besarnya keinginan membeli. Sementara candlestick yang terisi/hitam menunjukkan dimana nilai harga penutupannya lebih rendah dari pembukaannya, memperlihatkan berapa besarnya keinginan untuk menjual.



Bar Chart

Candlestick

3 comments:

  1. trimakasih berguna sekali untuk menlngkatkan trading saya.

    ReplyDelete
  2. Mantab..di bantu ama cara konfurmasi time frimenya ya gan
    Tanks..

    ReplyDelete